Category Archives: My Thoughts

Abjad

Pukul 09:15 malam. Dingin membungkus kota Bandung erat-erat. Saya duduk sendirian ditemani detikan jam dinding. Sesekali terdengar raungan kereta api dari jauh. Ah, suasana selepas hingarnya hari seperti ini membuat pikiran saya selalu melayang, merambah ke dunia kecil milik saya sendiri. Entah itu melayang terbang ke negeri penuh tanya, atau berlayar ke pulau warna-warni. Sesuka hati saya.

Kali ini, saya memutuskan berkunjung ke negeri tanya. Pertanyaan yang sejak sore tadi sudah bercokol, ingin saya gali kembali malam ini. Sejak saya membaca status kawan-kawan saya tentang betapa sedihnya mereka dengan nilai kuliah mereka yang tak memuaskan, saya jadi bertanya-tanya: sehebat itukah sebuah ‘nilai’? Hanya dengan satu abjad saja, A B C D, bisa menjungkir-balikkan perasaan maupun mental seseorang? Ya, saya tahu, nilai itu nantinya yang akan memutuskan dimana mereka dapat bekerja. Tapi, apa hanya itu?

Continue reading Abjad

Advertisements

Surat Dariku

Hai, selamat berjumpa. Ini aku. Ya, aku. Aku sang pengagummu.

Tolong, jangan pergi dulu. Jangan kau takut padaku. Aku bukan penguntit, bukan juga penjahat. Ya, bukan penjahat. Maksudku, apakah mengagumimu adalah sebuah kejahatan? Jadi, tolong jangan pergi dulu. Dengarkan dulu sedikit ceritaku. Kisah betapa bahagia sekaligus sulitnya memandangmu dari jauh.

Continue reading Surat Dariku

Introvert: Si Makhluk Malang

Saya payah. Itu yang pertama kali saya sadari begitu mulai memasuki masa SMA. Saat itu saya baru saja melepas sikap kekanak-kanakan saya saat SMP dan berjanji untuk menjadi diri saya yang sebenarnya. Keputusan yang salah, karena saya sangat-sangat kecewa begitu mengetahui bahwa diri saya yang sebenarnya adalah orang payah, dan saya menjadi ketakutan karenanya.

Hari itu saya menemukan diri saya yang tidak pandai berbicara, merasa mual di keramaian, dan gugup setengah mati saat harus berbicara di depan banyak orang (teman-teman saya sekalipun). Saat diskusi kelompok, otak saya dipenuhi dengan kata-kata dan ide-ide yang sama sekali tak bisa saya utarakan. Sementara teman-teman yang lain sibuk berbicara dan saling menyela, saya hanya akan diam dengan sedikit gemas. Karena hal itu, saya menjadi sedikit takut. Masa depan macam apa yang akan saya hadapi nanti jika saya terus seperti siput penakut diantara para kepiting yang saling mencapit?

Continue reading Introvert: Si Makhluk Malang