Abjad

Pukul 09:15 malam. Dingin membungkus kota Bandung erat-erat. Saya duduk sendirian ditemani detikan jam dinding. Sesekali terdengar raungan kereta api dari jauh. Ah, suasana selepas hingarnya hari seperti ini membuat pikiran saya selalu melayang, merambah ke dunia kecil milik saya sendiri. Entah itu melayang terbang ke negeri penuh tanya, atau berlayar ke pulau warna-warni. Sesuka hati saya.

Kali ini, saya memutuskan berkunjung ke negeri tanya. Pertanyaan yang sejak sore tadi sudah bercokol, ingin saya gali kembali malam ini. Sejak saya membaca status kawan-kawan saya tentang betapa sedihnya mereka dengan nilai kuliah mereka yang tak memuaskan, saya jadi bertanya-tanya: sehebat itukah sebuah ‘nilai’? Hanya dengan satu abjad saja, A B C D, bisa menjungkir-balikkan perasaan maupun mental seseorang? Ya, saya tahu, nilai itu nantinya yang akan memutuskan dimana mereka dapat bekerja. Tapi, apa hanya itu?

Saya rasa seharusnya tidak dan mungkin memang tidak. Tapi, beberapa orang menganggapnya iya, hanya itu. Mereka terlalu terfokus pada nilai mereka. Mereka berjuang mati-matian sampai menghalalkan segara cara. Mereka mulai menggunakan metode ‘menghafal’ ketimbang ‘memahami’. Semua itu semata-mata demi abjad idaman tertera pada lembar hasil studi mereka.

Tapi, bukan itu esensinya. Mereka lupa, hal utama yang seharusnya mereka fokuskan adalah prosesnya, bukan hanya hasil akhirnya. Mereka lupa, nilai yang sesungguhnya bukanlah abjad A sampai D di lembar hasil studi mereka. Nilai yang sesungguhnya adalah perjuangan mereka, kejujuran, dan kerja keras. Persetan dengan nilai abjad, Β itu bukan segalanya, kawan. Asalkan kau sudah berusaha dengan jujur semaksimal mungkin, tak usah risau lagi. Percaya saja, Tuhan tahu kau sudah melakukan yang terbaik. Ingat kawan, proses takkan mengkhianati hasil πŸ™‚

Memang, beberapa instansi mengharapkan index prestasi yang tinggi untuk pekerja nya, namun kau lupa bahwa kemampuanmu tak hanya dinilai berdasarkan index itu. Apa kau tak pernah ingat dengan bakatmu? Keahlianmu dalam berbicara mungkin? Atau kebolehanmu memikat orang-orang? Tak perlu risaukan soal pekerjaan, banyak sekali pekerjaan di dunia ini, kawan. Tak perlu instansi besar pun kau bisa sukses asalkan kau berproses dengan baik. Benar kan? Proses.

Ah, sudah pukul 10 lebih. Saya terlalu asyik berlayar hingga nyaris lupa pulang rupanya πŸ˜€ . Kucing-kucing saya sudah terlelap di pojok dapur, sepertinya itu tanda saya harus segera tidur. Baiklah, saatnya putar haluan ke dunia mimpi sambil menikmati nyanyian tokek di kebun belakang πŸ˜€ . Selamat Malam πŸ˜‰

 

Bandung, 9 Februari 2017, 10.45 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s