Surat Dariku

Hai, selamat berjumpa. Ini aku. Ya, aku. Aku sang pengagummu.

Tolong, jangan pergi dulu. Jangan kau takut padaku. Aku bukan penguntit, bukan juga penjahat. Ya, bukan penjahat. Maksudku, apakah mengagumimu adalah sebuah kejahatan? Jadi, tolong jangan pergi dulu. Dengarkan dulu sedikit ceritaku. Kisah betapa bahagia sekaligus sulitnya memandangmu dari jauh.

Aku telah lama terpesona olehmu. Terpikat oleh kemewahan ceriamu. Takjub oleh manisnya senyumu. Maaf, aku merekam tawamu. Menyimpannya dalam memori terindahku. Maaf.  Tapi yakinlah, aku penganggum setiamu. Sejak dulu, hingga kini.

Aku ingin tahu. Pernahkah kau melihatku? Sedikit saja? Atau sekedar menyadari bahwa aku ada di sekitarmu? Berdebar, tersendat-sendat melangkah, tersenyum tertahan. Pernahkah? Aku rasa tidak. Kau tak pernah menyadariku. Tak pernah melihatku. Tak pernah menganggapku ada.

Tidak, aku tidak sedang menyalahkanmu. Tapi semua itu adalah benar adanya, dan itu semua salahku. Aku terlalu malu untuk memulai mengulurkan tangan dan menyebut nama. Terlalu takut untuk mengangkat wajah dan tersenyum kala berpapasan denganmu. Terlalu pengecut untuk memulai sebuah salam. Aku benar-benar menyedihkan.

Maaf, aku tak bisa berkata dengan cara yang baik. Sebuah surat kurasa cukup untuk mewakili segalanya. Maaf jika menurutmu ini aneh. Maaf jika aku membuatmu takut. Aku hanya ingin sebuah kejujuran keluar dari hati ini dan tumpah padamu. Minimal pada pikiranmu. Aku akan sangat bahagia jika kejujuran ini meleleh mengenai hatimu. Jika itu terjadi, tolong beritahu aku. Biar aku bisa menjaga perasaan ini hingga nanti. Tapi jika tidak, tolong peringatkan aku. Biarkan aku berusaha sekeras mungkin untuk melupakanmu. Aku janji, takkan lama-lama.

Sekali lagi, maaf. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu risih, aku hanya ingin sebuah kejujuran dari dalam diriku.

Terima kasih atas kesudianmu membaca suratku. Terima kasih kau mau menghargai perasaanku. Terima kasih kau lahir ke dunia ini hingga aku tak perlu merasakan kekosongan hati. Terima kasih..

Tertanda,

Pengagum Rahasiamu

Advertisements

2 thoughts on “Surat Dariku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s