Rindu yang Tabu

Kau cantik malam ini.

Kutemu kau diantara terjal bebatuan. Saat itu, aku yang lengah tengah menengadah. Lalu, kutemukan senyum misteriusmu diantara hiruk pikuk gemintang. Seketika itu pula, kericuhan di sekelilingku berubah kosong. Aku seperti tersihir pada cantiknya kau malam itu.

Kau laksana putri bergaun sutra diantara gemerisik padang ilalang. Menari diselimuti angin musim semi, yang dengan nakal meniupkan rambutmu. Berputar sambil tertawa kecil. Matamu yang teduh seakan ikut tersenyum dengan asiknya permainan kakimu di padang itu. Lalu aku seperti terseret pada tarianmu.

Senyuman penuh misteri di bibirmu terekam dalam memori terdalamku. Membuatku tersihir masuk ke dalam nyanyian merdu dari pita suaramu. Kau seperti bidadari sekaligus putri sekaligus orang tua sekaligus anak kecil sekaligus lelaki dan sekaligus bunga kecil di rerumputan. Tak jemu kau kupandang, andaikata kau tidak sembunyi dengan malu.

Tak pernah aku rasakan yang seperti ini. Belum pernah kupandang sesuatu sebegini lamanya. Kau membuatku melakukan apa yang belum pernah kulakukan. Padahal ini adalah sebuah ketabuan yang luar biasa. Tak sepatutnya aku mencintaimu sebegini gilanya. Mungkin karena kau terlalu cantik, dan aku dengan hinanya mencintaimu diam diam. Tak sepatutnya seorang prajurit mencintai sebuah pahatan dewi yunani di kerajaannya sendiri. Tak sepatutnya iblis mencintai manusia yang ia goda setiap hari.

Banyak sekali cara untuk meraihmu, jika aku boleh jujur. Tapi, kebanyakan dari mereka adalah sebuah kebohongan yang keji. Yang hanya mampu mencabik hati siapapun yang berharap. Yang hanya bisa merobek senyum siapapun yang bermimpi. Seperti aku yang mengharapkan pertemuan denganmu. Yang mana hal ini jelas tabu.

Tuhan, ku ucap beribu puji untukMu yang telah menciptakan sesuatu sebegitu cantiknya. Hingga membuat salah satu umatMu tersungkur hancur mencintainya. Kuucap beribu puji. Bahkan mungkin ratusan ribu.

Kepada kau yang elok disana, kuharap kau tahu aku ada. Setidaknya kau tahu aku selalu memperhatikanmu setiap malam. Berharap kau tak lari dan bersembunyi. Dan, asal kau tahu, aku sangat suka purnamamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s