Ini Sederhana

Mungkin ini hanya hal biasa. Seperti apa caramu memandangku. Ini sama sekali tak penting. Bagaimana caramu memperlakukanku. Ini adalah hal yang sangat sederhana. Tak perlu dibicarakan. Tak perlu dibahas.

Mungkin ini hanya hal kecil. Bagaimana kau mengajakku berjalan. Bagaimana kau membuatku tertawa. Bagaimana kau membuat kita melakukan segalanya bersama. Mungkin hanya hal kecil. Serpihan tipis yang tak terlihat.

Mungkin ini hanya hal sederhana. Kau datang, lalu pergi. Sesederhana itu. Kau akan berada disampingku jika kau ingin aku ada untukmu. Dan kau akan pergi dariku jika kau ingin kau lepas dariku. Tak usah pedulikan perasaanku pun tak apa. Tak usah hiraukan aku yang berakhir sendirian pun tak mengapa. Semudah itu. Simpel saja.

Datang. Pergi. Datang. Pergi.

Hingga suatu hari, kutekadkan diriku untuk benar-benar meninggalkanmu. Cukup sudah aku terlunta-lunta begini. Cukup sudah bagiku untuk selalu bersabar dan mengalah. Tak ada lagi kata “lebih baik disakiti daripada menyakiti” .  Aku benar-benar sudah lelah. Jadi orang baik itu terkadang tak ada gunanya bagi diri sendiri. Hanya membuat orang lain senang dan..dimana bagian kita? Tak ada. Hanya perih demi perih yang terasa. Air susu dibalas air tuba.

Manusia benar-benar sudah rusak.

Namun sialnya, aku tak bisa melakukannya. Begitu kau datang, aku menyambutmu dengan baik. Membuatmu tertawa, membuatmu lupa segala masalahmu. Aku bahkan merasa aku melakukannya dengan bersemangat. Seolah aku yakin bahwa kau tak akan meninggalkanku lagi. Padahal aku sendiri tahu, kau pasti akan pergi. Cepat atau lambat.

Kau benar-benar kejam. Sadis. Kau monster. Monster mengerikan yang tak pernah memberikan kesempatan padaku untuk membalas perlakuanmu. Kau benar-benar membuatku jatuh terlalu dalam hingga gelap membutakan mataku. Memaksa diriku untuk mematikan rasa sakit hatiku.

Kau membuat hatiku patah, hancur, dan remuk. Tapi sialnya, aku tak bisa berpaling dan meninggalkanmu. Dan itu membuatku gila.

Tapi toh, ini hanya hal kecil katamu. Tak penting. Dan sederhana.

Baik. Ini kecil, tak penting, dan sangat sederhana. Mungkin jangan hanya hatiku saja yang kau abaikan. Namun, diriku sepenuhnya.

Maka, berlarilah yang jauh. Jangan pernah kau tengok kembali ke belakang. Itu membuatku lebih baik.

Advertisements

One thought on “Ini Sederhana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s